Selamat Hari Pramuka!!!

Sudah dua hari ini mendung dan gerimis menyertai kegiatan berkemah anak-anak Pramuka di Lapang Pandawa Lemahputih. Ngenes gitu rasanya lihat para Siaga dan Penggalang berdekil-dekil ria. Kaki mereka kotor, rambut rancucut, tapi wajah ceria tetap terpancar. Ya, sejak SD kelas 5 sampe kelas 3 SMP aku emang gak pernah absen ikut Jambore. Meskipun tidur berdempetan di tenda, susah mandi, dan capek berkemah selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan dan sangat ditunggu-tunggu.

IMG20160814070908.jpg

Dewan Penggalang SMPN 1 Lemahsugih Tahun 2003, sehabis pelantikan Penggalang Ramu, Rakit, Terap. Aku berjilbab berdiri di sebelah kiri

Waktu SMP aku aktif di Pramuka sebagai Dewan Penggalang (disingkat DP), semacam tim inti di Gudep SMP 1 Lemahsugih. DP ini bakal ngurusin ekskul Pramuka, jadi panitia dan pengajar di tiap latihan Pramuka, juga ikut lomba-lomba kepramukaan. Saking terkenalnya DP di sekolahku sampe mengalahkan pamornya OSIS, hahahha…. itu karena prestasi yang ditorehkan oleh para senior kami  yang selalu menjuarai setiap perlombaan baik saat Jambore maupun Lomba Tingkat. Sebagai junior, kita kebagian enak dan enek. Enaknya kita dapet warisan “nama besar” DP, gak enaknya, kita harus mempertahankan kebesaran nama itu. Dan itu susah booo….

Saat menjadi Pramuka Penggalang Rakit (kelas 2 SMP) nama besar itu sempat terkikis. Ya, kita gak lagi langganan juara umum di Jambore Ranting. Beuh…. terpukul banget rasanya saat itu. Mau nangis sampe kejer juga keadaan gak bisa diubah. Nasi sudah menjadi bubur dan terigu sudah jadi bala-bala. Kita gak bisa apa-apa selain berusaha menorehkan kembali juara di tahun depan. Dengan kerja keras sekeras-kerasnya, tahun 2004 kami berhasil meraih beberapa juara bergengsi meskipun gak sampai jadi juara umum. Sudahlah…. bumi berputar agar manusia merasakan keceriaan siang dan keindahan malam. Kita terkadang harus jatuh dulu sebelum merasakan nikmatnya terbang. Kita harus kalah dulu sebelum menikmati segarnya kemenangan. Iya gak? Makanya lakon-lakon di sinetron laga suka kalah dulu sebelum jadi pemenang.  

Lagi pula, juara-juara yang kita dapatkan bukanlah hal paling terpenting dari keikutsertaan kita pada Pramuka. Penerapan nilai-nilai kepramukaanlah yang paling utama. Pramuka bukan hanya sekedar nyanyi-nyanyi atau latihan gak mandi. Pramuka adalah latihan pembentukan karakter. Dasa Dharma bukan hanya untuk dihapal dan dibacakan saat upacara. Dasa Dharma harus diaplikasikan dalam kehidupan kita. Pramuka tidak meninggalkan ibadah, Pramuka tidak merusak alam, Pramuka itu berani dalam kebenaran, Pramuka itu tidak membuli, Pramuka itu menjaga persahabatan, Pramuka itu kreatif, Pramuka itu cerdas dalam bertindak. Itulah yang kami pelajari dari Pramuka.

IMG_20160814_093357.jpg

DP angkatan 2004 selepas melatih adik-adik Siaga di Borogojol, aku berjilbab berdiri paling kanan

Saat di pesantren kemaren, para santri MTs mengadakan kemping di tanah lapang di samping asrama. Mereka membangun tenda dan menginap di sana. Padahal asrama mereka cuma lima langkah dari tenda, hihihi… Demi menghias tenda, ada beberapa yang mencabuti kitri atau tunas kelapa baik yang masih dalam proses pembibitan maupun yang sudah ditanam.

“Nanti kitrinya ditanam lagi ya kalo sudah dipakai.”Aku woro-woro sama mereka.

Mereka pun mengiyakan. Sebagian ada yang ngangkutin bunga-bunga dari asrama untuk menghias tenda. Iya silahkan, asal dirawat, disiram, dan dikembalikan lagi ke asrama.

Singkat cerita perkemahan pun selesai. Tenda-tenda sudah dibongkar dan dibereskan. Tapi ada sebuah kejanggalan. Kitri-kitri yang mereka cabutin itu masih bertebaran di lapangan bekas tenda-tenda mereka. Aku pun ngamuk,

“Dek, tolong ya itu tunas kelapa yang kalian cabutin dibereskan dan ditanam lagi. Kalian Pramuka kan? Cinta alam kan?”

Mereka pun mengiyakan dengan muka dongkol. Emangnya mudah nanam pohon kelapa??

Keesokan harinya kitri-kitri itu emang telah berpindah tempat, bukan lagi di lapangan melainkan di depan asrama. Tapi gak ditanam, cuma digundukin aja. Sementara pot-pot bunganya masih belum kembali ke depan asrama. Hiks…. hiks…

Hhhhmmmm…. selama ini ekskul atau kegiatan yang kita ikuti terkadang hanya sebatas seru-seruan saja, dan sumpah-sumpah serta aturan di dalamnya baru sebatas kita hapal saja, belum benar-benar kita terapkan dalam kehidupan kita. Padahal, betapa hebatnya jika seorang Pramuka bisa mengamalkan kesepuluh Dharmanya.

Setelah anak-anak pulang berkemah nanti, coba kita lihat apa Lapang Pandawa bersih atau masih penuh dengan sampah??

Salam Pramuka Kakak!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s